BANGKINANG – Ketua terpilih Lembaga Adat Kampar (LAK), Marwas Datuk Bosau bersama Dewan Pembina LAK, Jefry Noer, meninjau langsung kesiapan Balai Adat Kabupaten Kampar dan kantor sekretariat LAK menjelang pelantikan pengurus periode 2026-2031, Jumat (6/11/2026).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Datuk Rajo Dubalai, Datuk Rasdinal, sejumlah datuk dari berbagai rantau dan nagoghi, serta anggota DPRD Provinsi Riau, Eva Yuliana.
Marwas Datuk Bosau mengatakan, pelantikan pengurus LAK periode 2026-2031 dijadwalkan berlangsung pada Ahad (8/11/2026) di Balai Adat Kabupaten Kampar, Jalan Lingkar Bangkinang Kota.
Menurutnya, seluruh persiapan terus dimatangkan agar prosesi pelantikan dapat berlangsung lancar, khidmat, dan semarak dengan melibatkan tokoh-tokoh adat serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar.
Selain meninjau Balai Adat, Marwas bersama Jefry Noer juga melihat langsung kondisi kantor sekretariat LAK yang lokasinya tidak jauh dari balai adat.
Marwas menegaskan, setelah resmi dilantik, dirinya bersama jajaran pengurus akan mengaktifkan kembali fungsi kantor tersebut sebagai pusat sekretariat, tempat koordinasi, pelaksanaan kegiatan organisasi, hingga pelayanan administrasi dan surat-menyurat LAK.
Ia berharap kantor sekretariat tersebut benar-benar menjadi pusat aktivitas sekaligus urat nadi administrasi dalam menjalankan roda organisasi Lembaga Adat Kampar.
“Pelantikan pengurus LAK periode 2026-2031 ini insyaallah akan kita laksanakan secara meriah dan semarak. Kegiatan ini akan dihadiri para datuk, ninik mamak, serta anak kemenakan dari seluruh wilayah di Kabupaten Kampar,” ujar Datuk Bosau.
Sebagai bagian dari persiapan pelantikan sekaligus peresmian operasional kantor sekretariat LAK, Marwas bersama Jefry Noer juga menyembelih dua ekor kerbau.
Penyembelihan tersebut menjadi simbol perayaan dalam tradisi adat yang telah menjadi salah satu kekhasan masyarakat adat Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Dewan Pembina LAK, Jefry Noer, menyampaikan bahwa kebesaran Kabupaten Kampar tidak dapat dipisahkan dari kekuatan, kehormatan, dan marwah adat istiadatnya.
Mantan Bupati Kampar dua periode yang juga pernah mengemban amanah sebagai Payung Panji Adat Kabupaten Kampar tersebut menegaskan bahwa adat harus kembali menjadi landasan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
“Tegak negeri karena tegak adatnya. Maju negeri karena marwah adatnya. Tak ada cara lain untuk memakmurkan masyarakat Kampar kecuali dengan menegakkan kembali adat yang menjadi panji dan kebesaran Kabupaten Kampar,” terang Jefry Noer.
Ia berharap momentum pelantikan pengurus LAK periode 2026-2031 menjadi awal kebangkitan dan penguatan kembali peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, mempererat persatuan, serta mempertahankan marwah adat di tengah kehidupan masyarakat Kampar.










