Menu

Mode Gelap
Bursa Sekwan DPRD Kampar Menghangat, Antara Pilihan Bupati dan Pimpinan Dewan Ratusan Warga Sei Jernih Bersatu Tuntut Hak Terhadap PT Agrinas, Beri Tenggat Waktu 2×24 Jam Sambut Kunjungan Bidhumas Polda Riau, PWI Riau Sepakati Sampaikan Informasi Akurat Kepada Masyarakat Bupati dan DPRD Kampar Tandatangani Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Kapolda Riau Lakukan Patroli Udara Terhadap Karhutla Pelalawan Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla, 17 Hektare Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang

Kampar

Disbunnak Keswan Kampar Akan Lakukan Vaksinasi SE

badge-check


					Disbunnak Keswan Kampar Akan Lakukan Vaksinasi SE Perbesar

KAMPAR – Vaksinasi SE (Septicaemia Epizootica) atau penyakit ngorok pada sapi/kerbau wajib dilakukan rutin, untuk itu Dinas  Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar akan memberikan Vaksinasi SE kepada masyarakat peternak di wilayah Kabupaten Kampar.

Penyakit SE ini wajib dilakukan terutama menjelang musim hujan, guna mencegah kematian dan kerugian ekonomi.

Demikian disampaikan Kepala Disbunnak Keswan Kampar Marahalim S,Pt melalui Plt. Kabid Kesehatan Hewan Azto kepada wartawan,

“Tindakan ini sering disertai pemberian vitamin dan obat cacing untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi stres, serta mempercepat pemulihan,” katanya, rabu (11/2/2026).

Lebih lanjut, Azto mengatakan tujuan Vaksin SE untuk memberikan kekebalan terhadap bakteri Pasteurella multocida.

“Adapun waktu yang dilakukan oleh dokter hewan ternak dalam kondisi sehat/prima. Kemudian untuk vitamin dan obat cacing membantu hewan ternak merespons vaksin dengan lebih baik dan menjaga kebugaran. Vaksinasi juga memberikan perlindungan, namun perlu diulang secara berkala (tahunan) untuk mempertahankan titer antibodi,” jelasnya.

“Terlebih dahulu petugas memastikan ternak dalam keadaan tidak stres sebelum divaksinasi untuk hasil yang optimal,” imbuhnya.

Dijelaskan Azto, Faktor-faktor predisposisi , seperti kelelahan, kedinginan, pengangkutan, anemia dan sebagainya mempermudah timbulnya penyakit.

“Diduga pintu gerbang infeksi bakteri ke dalam tubuh penderita adalah daerah tenggorokan. Ternak sehat akan tertular oleh ternak sakit atau pembawa melalui kontak atau melalui makanan, minuman dan alat-alat yang tercemar bakteri,” ulasnya.

Penyakit ngorok atau yang biasa disebut Septicaemia Epizootika (SE) bisa menularkan melalui ludah, kemih, dan tinja.

“Pelaksanaan vaksinasi SE sangat perlu dilakukan secara rutin, karena penyakit pada ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi peternak khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,” tutup Azto.

Trending di Kampar