BANGKINANG KOTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan dan praktik pembuatan tempe yang menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kebutuhan dapur lapas.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan terlibat langsung dalam proses pembuatan tempe, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menghasilkan produk yang siap dimanfaatkan. Selain menambah pengalaman dalam pengolahan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kerja sama.
Tempe yang diproduksi kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Kelas IIA Bangkinang. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh warga binaan tidak hanya menjadi pengalaman selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga diterapkan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembinaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong penguatan pembinaan kemandirian serta pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan dan kegiatan produktif sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Jefriandy, menyampaikan bahwa pembuatan tempe merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Harapannya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk membangun kemandirian serta menjalani kehidupan yang produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Jefriandy.
Melalui pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus berkomitmen menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendorong mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan diri.
Dari kedelai menjadi tempe, dari keterampilan menjadi karya. Setiap proses menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kemandirian dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif di tengah masyarakat.










