Menu

Mode Gelap
Upaya Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Cerenti Cek Lahan 6 Hektare Benahi Infrastruktur, Pemda Kampar Lakukan Perawatan dan Perbaikan Jalan 50 Tahanan Narkoba Polres Kampar Digeser ke Polda Riau, Dikawal dengan Keamanan Tinggi Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional Muscab IX PPP Kampar, Bupati: Wujud Dinamika Organisasi yang Sehat Pelaku Narkoba Diamankan Polsek Tapung Hulu di Warung Desa Sumber Sari

Daerah

Jelang Pelantikan PPPK, Penyuluh KUA Bangkinang Kota Tanam Matoa Dukung Program Kemenag

badge-check


					Jelang Pelantikan PPPK, Penyuluh KUA Bangkinang Kota Tanam Matoa Dukung Program Kemenag Perbesar

Bangkinang Kota, 20 Mei 2025 – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangkinang Kota menggelar kegiatan penanaman bibit pohon matoa di halaman Komplek Markaz Islamy Kabupaten Kampar. Kegiatan ini diprakarsai oleh lima penyuluh, yakni Iskandar, ME., Sy., Muhammad Fikriadi, S.Ag., Yusmaida, Emi Marlina, SE., dan Bustami, M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penguatan eko-teologi yang digagas Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Disela-sela kegiatan, Iskandar menyampaikan bahwa aksi ini tidak hanya bertujuan memperindah dan memperkuat fungsi lingkungan Islamy Center, tetapi juga menegaskan komitmen penyuluh agama untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian integral dari dakwah lingkungan. “Penanaman bibit matoa ini merupakan wujud nyata kesyukuran kami setelah dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Januari 2025 lalu,” ungkapnya.

Meskipun SK PPPK mereka baru akan diserahkan pada 26 Juni 2025 mendatang, kelima penyuluh telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan aktif mempromosikan program-program prioritas Kementerian Agama, termasuk konservasi lingkungan berlandaskan teologi. Muhammad Fikriadi menambahkan, “Kami berharap pohon matoa ini tumbuh subur dan kelak dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan dan penguat ekonomi lokal.”

Yusmaida dan Emi Marlina juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyuluh agama, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mensukseskan gerakan eko-teologi. Sementara Bustami menyatakan akan terus memantau perkembangan bibit tersebut hingga berbuah.

Dengan semangat syukur dan tanggung jawab, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan hidup.***

Trending di Daerah