Menu

Mode Gelap
LSP Institut STIAMI Gelar Uji Kompetensi Skema Pengelolaan Sistem Pergudangan Hilirisasi Sawit Jadi Senjata Utama, Bupati Anton Bidik Lonjakan PAD dari Puluhan PKS di Rokan Hulu Ketua Kapemary Kampar Zamhur Bersama Pengurus Resmi Dikukuhkan Ketum Zukri Besok, Pengurus Kapemary Kampar Resmi Dikukuhkan di Stanum Hadiri Halal Bihalal Alumni APDN Pekanbaru dan IKAPTK, Bupati Sebut Pentingnya Jaga Persatuan Pastikan Kenyamanan dan Kelayakan Fasilitas, Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Panti Asuhan Putra Muhammadiyah

Kampar

Pemkab Kampar Ukir Prestasi, Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Pengelolaan DAK Non-Fisik BOK POM 2025

badge-check


					Pemkab Kampar Ukir Prestasi, Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Pengelolaan DAK Non-Fisik BOK POM 2025 Perbesar

Pekanbaru, – Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si menerima penghargaan sebagai Kabupaten dengan Kinerja Terbaik dalam Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2025 di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Kamis, (16/4/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di sela-sela kegiatan strategis kesehatan masyarakat yang dipimpin serta dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si.

Kegiatan ini sekaligus mengagendakan tiga isu krusial diantaranya, advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026, Monitoring dan Evaluasi (Monev) DAK Non-Fisik BOK POM, serta koordinasi Pengendalian Resistensi Antimikroba. Acara turut dihadiri oleh Kepala BBPOM Pekanbaru dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Sekda Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si, dalam arahannya mengapresiasi capaian Kabupaten Kampar.

“Akuntabilitas dalam mengelola DAK Non-Fisik sangat penting untuk memastikan program pusat bersinergi dengan pengawasan di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah menyampaikan rasa syukur dan komitmennya.

“Penghargaan ini adalah bukti kerja keras tim dalam mengelola anggaran secara efektif. Kami berkomitmen memastikan setiap bantuan operasional (BOK) terserap tepat sasaran guna mendukung kerja lapangan dalam mengawasi peredaran obat dan makanan demi melindungi masyarakat,” tegasnya.

Selain prestasi anggaran, Dr. Ardi juga menyoroti langkah preventif dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba dan peningkatan standar keamanan pangan melalui program Desa Pangan Aman.

“Kami siap membawa standar keamanan ini hingga ke tingkat desa agar masyarakat Kampar lebih sehat dan produktif,” tambah Ardi.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi teknis serapan anggaran DAK sebagai acuan pelaksanaan program tahun 2026, di mana Kabupaten Kampar diharapkan dapat mempertahankan predikat kinerja terbaik ini. (Adv)

Trending di Kampar