JAKARTA – Keluarga besar Ompek Puluo Taun Kate (OMPUTAKA) Kampar Road To Jakarta-Bogor.
Setiba di Ibukota Jakarta, Omputaka melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan Salat berjamaah di Masjid Istiqlal, di Jl. Silang Monas, Gambir, di Jakarta Pusat yang berada di tengah Lapangan kawasan Medan Merdeka, Sabtu (6/9/2025).
Dimulai didepan tugu ikon Jakarta yang berdiri sejak 1959 tersebut, tampak rombongan OMPUTAKA berswafoto ria untuk mengabadikan momen indahnya.
Tugu Monas yang dulunya bertujuan untuk mengenang perjuangan dan perlawanan banga Indonesia terhadap penjajah. Yang mana pembangunan tugu ini diharapkan sebagai pembangkit sekaligus dapat menginspirasi jiwa nasionalisme dan patriotis para penerus bangsa.
Kemudian, setelah berfoto ria di bangunan menjulang tinggi, dengan model tugu yang pada bagian ujungnya berbentuk kibaran api yang dilapisi emas tersebut, Rombongan Omputaka melanjutkan perjalanannya ke Mesjid Istiqlal menggunakan kendraan gratis yang telah disediakan untuk salat berjama’ah.
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Soekarno dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid ini juga dilakukan oleh Soekarno–presiden pertama Indonesia–pada tanggal 24 agustus 1961. Kemudian proyek masjid ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban anak dari pendeta Lutheran yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan. Desain masjid ini mengusungkan tema “Ketuhanan”.
Masjid ini memiliki gaya arsitektur formalisme baru dan internasional; dengan dinding dan lantai berlapis marmer dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Bangunan utama itu dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Minaret tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 jemaah.
GALERI FOTO












