Menu

Mode Gelap
HUT Riau ke-69, DPMPTSP Kampar Ucapakan Selamat dan Berharap Jadi Memontum Perkuat Komitmen Membangun Riau Ditengah Tekanan Ekonomi Dunia, Sambu Group dan PWI Riau Perkuat Sinergi Publikasi Industri Kelapa Bupati Kasmarni Apresiasi DPRD Bengkalis Usai Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dorong Swasembada Pangan dan Modernisasi Pertanian, Bupati Ahmad Yuzar Canangkan Gerakan Tanam Padi Sawah Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat Ketua Raja Isyam Resmi Lantik Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029

Galeri

Omputaka Kampar Kunjungi Monas dan Masjid Istiqlal

badge-check


					Omputaka Kampar Kunjungi Monas dan Masjid Istiqlal Perbesar

JAKARTA – Keluarga besar Ompek Puluo Taun Kate (OMPUTAKA) Kampar Road To Jakarta-Bogor.

Setiba di Ibukota Jakarta, Omputaka melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan Salat berjamaah di Masjid Istiqlal, di Jl. Silang Monas, Gambir, di Jakarta Pusat yang berada di tengah Lapangan kawasan Medan Merdeka, Sabtu (6/9/2025).

Dimulai didepan tugu ikon Jakarta yang berdiri sejak 1959 tersebut, tampak rombongan OMPUTAKA berswafoto ria untuk mengabadikan momen indahnya.

Tugu Monas yang dulunya bertujuan untuk mengenang perjuangan dan perlawanan banga Indonesia terhadap penjajah. Yang mana pembangunan tugu ini diharapkan sebagai pembangkit sekaligus dapat menginspirasi jiwa nasionalisme dan patriotis para penerus bangsa.

Kemudian, setelah berfoto ria di bangunan menjulang tinggi, dengan model tugu yang pada bagian ujungnya berbentuk kibaran api yang dilapisi emas tersebut, Rombongan Omputaka melanjutkan perjalanannya ke Mesjid Istiqlal menggunakan kendraan gratis yang telah disediakan untuk salat berjama’ah.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Soekarno dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid ini juga dilakukan oleh Soekarno–presiden pertama Indonesia–pada tanggal 24 agustus 1961. Kemudian proyek masjid ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban anak dari pendeta Lutheran yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan. Desain masjid ini mengusungkan tema “Ketuhanan”.

Masjid ini memiliki gaya arsitektur formalisme baru dan internasional; dengan dinding dan lantai berlapis marmer dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Bangunan utama itu dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Minaret tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 jemaah.

 

 

GALERI FOTO

Keluarga Besar OMPUTAKA Kampar foto bersama sebelum berangkat menuju destinasi tour Jakarta-Bogor.

 

Tampak wajah sumringah keluarga besar Omputaka Kampar sudah berada di depan Tugu Monumen Nasional yang berdiri sejak 1959 tersebut.

 

Omputaka Kampar berfoto bersama menggunakan bendera organisasi yang dijunjung tingginya dengan mengusung motto “Mengabdi Kepada Allah SWT & Berkhidmat Kepada Rakyat”, Omputaka FC memiliki tiga pondasi utama yaitu Dakwah (Agama), Sepak Bola (Olahraga), dan Sosial Kemasyarakatan.

 

Usai dari Monas, Rombongan OMPUTAKA Kampar bergeser mengunjungi Masjid Istiqlal untuk menunaikan salat berjamaah. (Masjid Istiqlal dalam bahasa arabnya memiliki arti Masjid Kemerdekan).

 

Foto bersama Keluarga besar Omputaka setelah melaksanakan tour di Jakarta Pusat dan dilanjutkan dengan beristirahat menjelang pertandingan persahabatan trofeo menghadapi Persija Jakarta Old Star yang akan diperkuat oleh pemain-pemain timnas Indonesia pada masanya dan Lampung Old Star di Stadion Madya Senayan Jakarta sore ini.

Trending di Galeri