Menu

Mode Gelap
Ditengah Tekanan Ekonomi Dunia, Sambu Group dan PWI Riau Perkuat Sinergi Publikasi Industri Kelapa Bupati Kasmarni Apresiasi DPRD Bengkalis Usai Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dorong Swasembada Pangan dan Modernisasi Pertanian, Bupati Ahmad Yuzar Canangkan Gerakan Tanam Padi Sawah Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat Ketua Raja Isyam Resmi Lantik Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029 Biadab! Ayah di Kampar Cabuli Dua Anak Kandungnya

Politik

Hadiri Penutupan Munas PKS, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan, dan Pendidikan

badge-check


					Hadiri Penutupan Munas PKS, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan, dan Pendidikan Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Senin (29/09/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk terus berdiri dan berkembang menjadi bangsa yang maju. Kepala Negara menjelaskan bahwa dalam 80 tahun perjalanan, Indonesia telah melalui pasang surut, termasuk perang ideologi dan berbagai tantangan besar, namun tetap utuh dan semakin kuat.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa capaian pemerintahan yang dipimpinnya antara lain, capaian program Makan Bergizi Gratis yang dalam 11 bulan pelaksanaan telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, peningkatan kuota dan fasilitas pembiayaan hingga 350 ribu penerima di sektor perumahan rakyat, serta pembangunan 100 desa nelayan dan ditargetkan akan bertambah hingga 2.000 desa nelayan pada tahun depan.

Selain itu, Kepala Negara juga mengungkapkan keberhasilan pencetakan sawah baru seluas 480 ribu hektare, dengan 280 ribu hektare di antaranya telah rampung. Presiden mengatakan produksi beras Indonesia kini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sedangkan di sektor pendidikan, tunjangan bagi guru non-ASN kini ditransfer langsung ke rekening penerima tanpa potongan.

Pemerintah juga membangun 20 Sekolah Unggul Garuda, 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi, 6 SMA Taruna Nusantara, serta merencanakan 20 politeknik di daerah tertinggal. Hingga kini, sekolah rakyat telah berdiri di 165 titik dan ditargetkan mencapai 500 titik.(SP)

Trending di Nasional