Menu

Mode Gelap
HUT Riau ke-69, DPMPTSP Kampar Ucapakan Selamat dan Berharap Jadi Memontum Perkuat Komitmen Membangun Riau Ditengah Tekanan Ekonomi Dunia, Sambu Group dan PWI Riau Perkuat Sinergi Publikasi Industri Kelapa Bupati Kasmarni Apresiasi DPRD Bengkalis Usai Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dorong Swasembada Pangan dan Modernisasi Pertanian, Bupati Ahmad Yuzar Canangkan Gerakan Tanam Padi Sawah Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat Ketua Raja Isyam Resmi Lantik Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029

Kampar

Disbunnakkeswan Kampar Dorong Peternak Gunakan Kawin Suntik

badge-check


					Disbunnakkeswan Kampar Dorong Peternak Gunakan Kawin Suntik Perbesar

BANGKINANGKOTA – Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar fokus lakukan Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik hewan di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.

Diketahui, Kawin suntik adalah teknik memasukkan semen dari hewan jantan unggul ke dalam saluran reproduksi hewan betina menggunakan alat khusus tanpa melalui perkawinan alami.

Metode ini bertujuan untuk meningkatkan mutu genetik hewan, mempercepat peningkatan populasi, meningkatkan produktivitas, serta mencegah penularan penyakit kelamin.

Kepala Disbunakeswan Kampar, Marhalim S.Pt melalui Plt Kabid Peternakan Muhammad Ali S.Pt, rabu (2/10/2025) menyampaikan bahwa ini bertunuan untuk peningkatan mutu genetik yang bisa menghasilkan keturunan dengan sifat unggul dari pejantan berkualitas tinggi.

“IB ini kita lakukan juga untuk peningkatan populasi yang mempercepat peningkatan populasi ternak secara teratur,” ujarnya.

Ali menyebut IB juga bermanfaat terhadap efisiensi yang satu dosis semen dapat digunakan untuk membuahi banyak betina, yang lebih efisien daripada kawin alami.

Kemudian IB juga menghemat biaya yang mengurangi kebutuhan untuk memelihara banyak pejantan unggul.

Selain itu, IB bisa mengatasi pencegahan penyakit yang menghindari penularan penyakit kelamin yang bisa terjadi pada perkawinan alami.

“Ini mempermudah pengelolaan ternak karena tidak memerlukan pejantan dalam jumlah besar. Jadi bisa menghemat hewan ternak,” pungkas Ali.

Trending di Kampar