Menu

Mode Gelap
Open Turnamen Catur Aiza Chess Club Sukses Digelar, Berikut Nama Pemenangnya Presiden PKS dan Gubernur Sumbar Ramaikan Laga Mini Soccer PWI Riau vs PKS Bupati Ahmad Yuzar Imbau Masyarakat Untuk Tidak Lakukan Pembakaran Lahan Bupati Ahmad Yuzar Dampingi Pangdam XIX/TT dan Plt Gubri Tinjau serta Padamkan Karhutla di Tambang Ratusan Warga Tumpah Ruah, Puncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah Meriah dan Sukses Digelar, Omputaka Cup VII Tegaskan Usia Bukanlah Penghalang untuk Terus Berolahraga

Kampar

Korban Dugaan Keracunan MBG di Tapung Hulu Terus Bertambah

badge-check


					Korban Dugaan Keracunan MBG di Tapung Hulu Terus Bertambah Perbesar

TAPUNG HULU – Korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, masih terus bertambah.

Kepala Puskesmas Suka Ramai, Nurhaidin, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (19/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, sebanyak lima siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu kembali mendapatkan penanganan medis di Puskesmas.

“Masih ada masuk jam 20.00 WIB lima orang, tapi pagi ini keadaan sudah baik,” ungkap Nurhaidin, Kamis (20/8/2026).

Sebelumnya, sebanyak 81 siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu telah mendapatkan penanganan di Puskesmas terdekat setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (18/8/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya pusing, mual, muntah hingga diare.

Kepala SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Nanang Sunarto, mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa tersebut.

Menurutnya, dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Itupun belum bisa menyebutkan, itu keracunankah. Hasil labor dululah. Hasil (labor) sudah keluar atau belumnya, kita belum tahu,” ujar Nanang.

Nanang menjelaskan, menu MBG yang disajikan kepada para siswa pada saat kejadian berupa sop ayam.

Lebih lanjut, Nanang menyebut jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan cukup banyak. Namun, pihak sekolah masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan jumlah keseluruhan siswa yang terdampak.

“Siswa cukup banyaklah, itu kan ada (kurang lebih) 100 lah,” katanya.

Sementara itu, kondisi lima siswa yang mendapatkan penanganan medis pada Rabu malam dilaporkan sudah membaik pada Kamis pagi.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium. Saat ini tim labfor Polda Riau sudah tiba dilokasi SPPG.

Trending di Kampar