Menu

Mode Gelap
Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Resmi Ditutup Wabup Misharti Bupati Anton Sanksi Tegas Sekolah di Rohul yang Pungut Biaya Perpisahan dan Tahan Ijazah Murid Buka Manasik Haji Siswa, Wakil Bupati Misharti: Bangun Fondasi Spiritual Sejak Dini Dua pelaku Narkoba di Desa Parit Baru Ditangkap Polsek Tambang Semarak Hari Kartini, Wabup Misharti Resmi Buka Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Kunjungi Polkam, Wabup Misharti Tinjau Kesiapan Pelatihan Produksi Sabun dan Minyak Sawit

Kampar

Marak Pembukaan Lahan Sawit, Disbunnak Keswan Kampar Sebut Luas Lahan Karet Terus Berkurang Setiap Tahun

badge-check


					Marak Pembukaan Lahan Sawit, Disbunnak Keswan Kampar Sebut Luas Lahan Karet Terus Berkurang Setiap Tahun Perbesar

KAMPAR – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) kabupaten Kampar menyatakan luas perkebunan karet di Kampar terus berkurang. Ditemukan dalam beberapa tahun terakhir karena beralih ke kebun sawit.

Angkanya, untuk saat ini lahan karet yang tersisa di Kabupaten Kampar hanya tinggal 36 ribu hektar. Angka ini terus berkurang tiap tahunnya.

Pasalnya bisnis perkebunan kelapa sawit justru semakin menguntungkan jika dibandingkan dengan harga komoditi karet yang terus stabil bahkan turun.

“Dari catatan kami masih ada 36 ribu hektar lahan karet yang ada di Kabupaten Kampar. Lahannya terus berkurang karena minat petani berubah,” kata Kepala Disbunnak Keswan Kabupaten Kampar Marahalim melalui kepala bidang Usaha Tani Nuraini, Jumat (13/2/2025).

Ia menambahkan minat petani justru berkurang dikarenakan untuk menggarap kebun karetnya karena kulit karet sangat tergantung dengan faktor cuaca karena berpengaruh ke hasil produksi.

“Kesadaran petani sudah mulai tinggi dengan menanam sawit, hanya 2 tahun saja. Setelah itu sudah mulai menghasilkan buah,” ujarnya.

“Karet panennya setiap hari, kalau hujan tidak bisa panen, belum lagi persoalan hasil. Kalau Sawit, 10-15 hari bisa langsung panen lagi dan hasilnya jauh berbeda dan menguntungkan bagi petani,” pungkas Nuraini.

Trending di Kampar