Menu

Mode Gelap
Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Resmi Ditutup Wabup Misharti Bupati Anton Sanksi Tegas Sekolah di Rohul yang Pungut Biaya Perpisahan dan Tahan Ijazah Murid Buka Manasik Haji Siswa, Wakil Bupati Misharti: Bangun Fondasi Spiritual Sejak Dini Dua pelaku Narkoba di Desa Parit Baru Ditangkap Polsek Tambang Semarak Hari Kartini, Wabup Misharti Resmi Buka Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Kunjungi Polkam, Wabup Misharti Tinjau Kesiapan Pelatihan Produksi Sabun dan Minyak Sawit

Kampar

Akselerasi Vaksinasi PMK, Disbunnak Keswan Kampar: Upaya Cegah Penyakit PMK Ternak

badge-check


					Akselerasi Vaksinasi PMK, Disbunnak Keswan Kampar: Upaya Cegah Penyakit PMK Ternak Perbesar

KAMPAR – Dinas Peternakan, Perkebunan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar melakukan akselerasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan mengusung tema “Ayo Sukseskan Bulan Vaksinasi PMK”.

Diketahui, PMK adalah penyakit virus menular akut yang menyerang hewan berkuku belah. Sejak kemunculannya, PMK telah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional. Kecepatan transmisi virus ini melalui udara dan kontak langsung menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan.

Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, S.Pt melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Azto menyampaikan bahwa program ini merupakan kerjasama antara Dinas Peternakan Provinsi Riau dengan Kabupaten Kampar.

“Dengan adanya program ini, kita berharap dapat mengurangi risiko penularan di dalam populasi ternak sehingga ternak yang berada di Kabupaten Kampar menjadi zona yang bebas dari PMK,” ungkapnya, selasa (10/2/2026).

Lebih lanjut Azto mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi PMK ini sudah dilakukan sejak awal februari lalu hingga kini dan akan ditargetkan selesai di pertengahan maret.

“Setiap peternak yang ada di Kabupaten Kampar kita berikan vaksinasi PMK. Ini kita akan bergerak di kecamatan Kampar Kiri Hulu,” ujarnya.

Azto juga mengajak para peternak lainnya untuk aktif memvaksin ternaknya sebagai langkah bersama mencegah penyebaran PMK.

Menurutnya, ternak yang telah divaksin memiliki daya tahan lebih baik sehingga risiko penularan dapat ditekan.

“Kita melakukan ini agar hewan ternak masyarakat semakin sehat, dan yang sakit dapat segera ditangani,” bebernya.

“Dukungan dan partisipasi aktif para peternak tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan ternak di Kabupaten Kampar,” tutup Azto.

Trending di Kampar