Menu

Mode Gelap
Open Turnamen Catur Aiza Chess Club Sukses Digelar, Berikut Nama Pemenangnya Presiden PKS dan Gubernur Sumbar Ramaikan Laga Mini Soccer PWI Riau vs PKS Bupati Ahmad Yuzar Imbau Masyarakat Untuk Tidak Lakukan Pembakaran Lahan Bupati Ahmad Yuzar Dampingi Pangdam XIX/TT dan Plt Gubri Tinjau serta Padamkan Karhutla di Tambang Ratusan Warga Tumpah Ruah, Puncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah Meriah dan Sukses Digelar, Omputaka Cup VII Tegaskan Usia Bukanlah Penghalang untuk Terus Berolahraga

Nasional

Pemerintah Luncurkan BLT Kesra dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi

badge-check


					Pemerintah Luncurkan BLT Kesra dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi Perbesar

JAKARTA – Pemerintah secara resmi mengumumkan dua program paket ekonomi yakni Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) dan Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi, Jumat (17/10/2025), di Kantor Pos Cikini, Jakarta.

Kedua program ini diluncurkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas kesempatan dan pengalaman kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa BLT Kesra diberikan untuk bulan Oktober-Desember 2025 dan menyasar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini menyasar desil 1-4 berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dan merupakan tambahan di luar BLT reguler yang selama ini disalurkan Kementerian Sosial.

Menko Perekonomian menambahkan, penyaluran akan dilakukan melalui bank Himbara untuk 18,3 juta KPM dan PT Pos Indonesia untuk 17,2 juta KPM yang dimulai pekan depan.

Tak hanya BLT Kesra, pemerintah turut memberikan bantuan dalam program pemagangan lulusan perguruan tinggi yang ditujukan kepada para lulusan baru (fresh graduate), baik itu di dunia usaha, industri, dan BUMN, termasuk lembaga pemerintah dan Bank Indonesia.

Gelombang pertama program ini diikuti sebanyak 20 ribu peserta yang akan diberikan upah sesuai upah minimum di daerah mereka magang. Pada bulan November mendatang, pemerintah akan membuka gelombang kedua dengan jumlah peserta yang lebih banyak.(SP)

Trending di Nasional