Menu

Mode Gelap
Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Resmi Ditutup Wabup Misharti Bupati Anton Sanksi Tegas Sekolah di Rohul yang Pungut Biaya Perpisahan dan Tahan Ijazah Murid Buka Manasik Haji Siswa, Wakil Bupati Misharti: Bangun Fondasi Spiritual Sejak Dini Dua pelaku Narkoba di Desa Parit Baru Ditangkap Polsek Tambang Semarak Hari Kartini, Wabup Misharti Resmi Buka Pelatihan Pembuatan Sabun dan Minyak Kelapa Sawit Kunjungi Polkam, Wabup Misharti Tinjau Kesiapan Pelatihan Produksi Sabun dan Minyak Sawit

Kampar

3.000 Dosis Vaksinasi PMK Didapati Disbunnak Keswan Kampar

badge-check


					3.000 Dosis Vaksinasi PMK Didapati Disbunnak Keswan Kampar Perbesar

BANGKINANGKOTA – Per Januari-Maret tahun 2026 ini, Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar mendapatkan 3.000 dosis Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak yang berasal dari Pusat dan disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, S.Pt melalui Plt. Kabid Kesehatan Hewan Azto kepada media, (24/2/2026).

“Dengan adanya 3.000 dosis Vaksinasi PMK ini, kami menghimbau masyarakat peternak agar mempersiapkan ternaknya untuk diberikan vaksinasi supaya ternaknya tidak terjangkit ataupun tertular PMK,” kata Azto.

Lebih lanjut, Azto menyebut peternak harus rutin memberikan vaksin terhadap ternak peliharaannya setiap enam bulan sekali.

“Sebab, tidak sedikit peternak yang menolak vaksinasi dengan berbagai alasan. Selain itu, peternak diminta lebih selektif saat membeli ternak baru. Salah satu caranya yakni memastikan sapi yang dibeli sudah divaksinasi PMK,” jelasnya.

Saat ini, Kata Azto tim vaksinasi akan menggencarkan vaksinasi PMK di 21 kecamatan di Kabupaten Kampar meski di bulan suci Ramadhan.

Kemudian, Azto mengaku tingkat kesulitan yang dialami tim vaksinasi ada berbagai faktor diantaranya tingkat kesadaran peternak untuk melakukan vaksinasi masih rendah dan masih banyaknya ternak liat.

“Sejumlah peternak bahkan menolak vaksin, padahal ini menjaga hewan ternak agar tetap sehat. Ada juga peternak yang mau di vaksin ternaknya tetapi terkendala dengan ternaknya yang liar. Jadi kalau situasi begini, kami ya tidak bisa memvaksin ternaknya,” tutupnya.

Trending di Kampar