Menu

Mode Gelap
Bursa Sekwan DPRD Kampar Menghangat, Antara Pilihan Bupati dan Pimpinan Dewan Ratusan Warga Sei Jernih Bersatu Tuntut Hak Terhadap PT Agrinas, Beri Tenggat Waktu 2×24 Jam Sambut Kunjungan Bidhumas Polda Riau, PWI Riau Sepakati Sampaikan Informasi Akurat Kepada Masyarakat Bupati dan DPRD Kampar Tandatangani Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Kapolda Riau Lakukan Patroli Udara Terhadap Karhutla Pelalawan Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla, 17 Hektare Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang

Kampar

1.500 Haktare Akan Ditargetkan Disbunnak Keswan Untuk Dilakukan Program PSR

badge-check


					1.500 Haktare Akan Ditargetkan Disbunnak Keswan Untuk Dilakukan Program PSR Perbesar

BANGKINANGKOTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar menargetkan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Kampar tahun 2026 ini seluas 1500 Hektar.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Riau khususnya di kabupaten Kampar sesuai dengan program yang ada di pemerintah pusat yang bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Untuk tahun ini kita targetkan 1500 hektar Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR),” kata Kepala Disbunnak Keswan Kabupaten Kampar Marahalim melalui Kepala Bidang Usaha Perkebunan Helvizar di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa program ini terus menjadi program unggulan pemerintah dalam membantu para petani sawit.

“Program ini dijalankan sejak tahun 2017 sampai saat ini. Namun , dalam menjalankan program tersebut ada sejumlah kendala yang dihadapi yakni adanya lahan petani yang masuk dalam kawasan” terangnya.

Kalau lahan petani itu masuk dalam kawasan tentunya program PSR ini tidak bisa dijalan kan sebab ini menjadi catatan penting oleh Pemerintah pusat.

“Ini kan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ke masyarakat ini dana hibah 60 juta per hektare bantuan ke masyarakat, jadi yang dibantu adalah petani-petani yang memiliki lahan sawit yang tidak dalam kawasan,” katanya.***

Trending di Kampar